Oleh : Khoirul Adib, S.Kom, CEO Santri Academy dan Pengurus Ansor University Jawa Timur
Ramadan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan, rahmat, dan ampunan. Setiap muslim berusaha untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka selama bulan ini, dengan harapan mendapatkan ridha Allah. Khususnya di 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk lebih giat dalam beribadah. Fase ini dianggap sebagai kesempatan emas untuk meraih kemenangan spiritual yang hakiki. Dalam periode ini, banyak muslim yang meningkatkan intensitas ibadah mereka. Hal ini dilakukan dengan harapan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pada 10 hari terakhir Ramadan, terdapat keyakinan yang kuat di kalangan umat Islam bahwa di dalamnya terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana segala amal ibadah yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, umat Islam berlomba-lomba untuk mencari Lailatul Qadar dengan meningkatkan ibadah mereka, seperti i'tikaf di masjid, memperbanyak zikir, dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
Ayat ini menegaskan bahwa dalam 10 hari terakhir Ramadan terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar yang nilai ibadahnya lebih utama daripada seribu bulan. Keutamaan ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah mereka.
Dalam hadis, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam-malam tersebut.
لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم إذا بقي من رمضان عشرة أيام يدع أحدا من أهله يطيق القيام إلا أقامه
Hadis ini menggambarkan keseriusan Rasulullah dalam memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadan untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Dalam periode ini, beliau meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa, menunjukkan betapa pentingnya momen ini bagi umat Islam. Kesungguhan Rasulullah menjadi teladan bagi kita untuk lebih giat beribadah dan mencari rahmat Allah di akhir bulan suci.
Amalan-Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadan
1. Meningkatkan Kualitas Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Shalat tahajud dan tarawih menjadi momen berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah AW sangat menganjurkan Qiyamul Lail, terutama di malam-malam ganjil. Dengan khusyuk dalam shalat, seseorang dapat meraih pahala besar dan memperbanyak doa agar dikabulkan segala hajatnya.
تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
2. Beriktikaf di Masjid
Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Selama iktikaf, seseorang dapat memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan mendekatkan diri kepada Allah tanpa gangguan duniawi. Amalan ini dilakukan oleh Rasulullah SAW terutama di 10 hari terakhir Ramadan untuk mencari Lailatul Qadar.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, sehingga membacanya menjadi ibadah utama. Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an di 10 hari terakhir akan meningkatkan kualitas spiritual. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca Al-Quran agar mendapatkan keberkahan dan petunjuk hidup yang lebih baik.
4. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan
Bersedekah di bulan Ramadan, terutama di hari-hari terakhir, memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di bulan ini. Sedekah dapat berupa harta, makanan, atau bantuan kepada yang membutuhkan. Pahala akan berlipat ganda, terutama jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas.
5. Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam penuh keberkahan yang lebih baik dari seribu bulan. Doa yang dianjurkan untuk dibaca untuk meraih malam lailatul qodar adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
6. Bertaubat dan Memohon Ampunan
Ramadan adalah waktu terbaik untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Dengan memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu, seseorang bisa meraih kebersihan hati. Rasulullah SAW mengajarkan untuk memperbanyak istighfar dan taubat agar Allah menerima ibadah serta memberikan kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
10 hari terakhir Ramadan adalah kesempatan emas untuk meraih kemenangan spiritual yang hakiki. Dengan memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, iktikaf, doa, dan sedekah, kita bisa meraih keberkahan yang luar biasa. Namun, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari ibadah selama Ramadan, tetapi juga dari keberlanjutan amal shaleh setelahnya. Semoga semangat ibadah yang kita bangun tetap bertahan hingga setelah Ramadan, menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa dan lebih dekat dengan Allah SWT. Aamiin.
Saat Ramadan berlalu, mari kita jaga keistiqamahan dalam ibadah. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan lebih baik dan penuh keberkahan. Jangan biarkan semangat ini padam, karena kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjaga ketakwaan sepanjang hayat. Aamiin.
0Komentar