berita
Benarkah Gaji Wajib Dizakati? Ini Pendapat MUI Kota Semarang

Benarkah Gaji Wajib Dizakati? Ini Pendapat MUI Kota Semarang

Keterbatasan pemahaman masyarakat terkait batasan dan jumlah gaji maupun harta yang wajib dizakati (nishab) baik Zakat Mal, Zakat Fitrah maupun Fidyah berpotensi menimbulkan kelalaian dalam menjalankan syariat itu sendiri, hal ini menjadi pemicu MUI Kota Semarang untuk mengadakan lokakarya penentuan Nishab Zakat Mal, Zakat Fitrah dan Fidyah sehingga menghasilkan produk fatwa.

“Kami berharap MUI Kota Semarang mengeluarkan fatwa-fatwa yang produktif untuk masyarakat,” ujar ketua MUI Kota Semarang, Prof. Dr. KH. Moh.Erfan Soebahar, M.A di hadapan peserta lokakarya yang diselenggarakan di Hotel Horison Semarang, Kamis (8/4/21).

Sebelum draft fatwa nishab disuguhkan pada peserta lokakarya, komisi MUI Kota Semarang yang membidangi yakni komisi fatwa telah merumuskannya melalui beberapa forum diantaranya forum focus group discussion (FGD).

Lokakarya yang terselenggara berkat kerjasama antara MUI Kota Semarang dengan Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Semarang tersebut diharapkan finalnya menghasilkan produk fatwa praktis yang bisa disosialisasikan kepada masyarakat sebelum masuk bulan puasa tahun ini.

Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, SE, MM potensi dan kesadaran zakat masyarakat Semarang sangat tinggi, terutama di kalangan milenial pengusaha. “Ada peningkatan kesadaran dalam persoalan zakat dan data di Baznas 25% pengusaha berzakat,” tegasnya.

Narasumber lokakarya, Dr. KH. Amin Farih, M.Ag menjelaskan bahwa zakat fitrah yang dapat dilaksanakan sejak awal Ramadhan hingga menjelang sholat ied besarannya adalah 2.5 kilogram per orang.

“Sebenarnya ukurannya adalah 2,4 kg atau setara 1 Sha’ dalam istilah fiqhnya, kemudian dibulatkan menjadi 2.5 kilogram,” jelasnya sekretaris umum MUI Kota Semarang sekaligus pemrakarsa kegiatan ini. Zakat fitrah pun menurutnya bisa diuangkan, jika dikurskan saat ini besar nilainya adalah Rp. 35.000.

Sedangkan fidyah atau pengganti puasa bagi orang tua renta adalah sebesar 1/2 sha’ atau setara dengan nilai RP. 30.000, yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu. “Waktu distribusinya boleh kapan saja namun dianjurkan pada bulan puasa,” tegas kyai Amin.

Selain ditujukan bagi orang tua renta, menurutnya fidyah juga berlaku bagi 4 golongan yaitu orang sakit yang tidak ada harapan sembuh, wanita hamil atau menyusui yang khawatir keselamatan bayinya, orang yang berhutang puasa dan belum mengqadha-nya hingga datang Ramadhan berikutnya, serta orang mati yang berhutang puasa.

Selanjutnya tentang polemik zakat dari gaji, Amin menjelaskan bahwa penerima gaji juga wajib mengeluarkan zakat mal (zakat harta). “perniagaan, industri, gaji, tabungan, deposito dan semua bentuk usaha halal jika total telah mencapai setara 85 gram emas maka wajib dizakati, bisa dikeluarkan setiap bulan atau tahunan” sambungnya.

Jenis zakat ini besarannya adalah 2.5% dari total penghasilan, serta dapat diuangkan dengan menyesuaikan harta emas saat itu.

Untuk lebih lengkap terkait dengan hasil lokakarya, kyai Amin meminta masyarakat menunggu. “Sedang kita proses dengan Baznas Kota Semarang, nanti akan tersaji dalam tabel yang simpel,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *