berita
Meski Virtual, MUI Kota Semarang Tetap Adakan Halalbihalal

Meski Virtual, MUI Kota Semarang Tetap Adakan Halalbihalal

HADIRNYA-bulan Syawal, dimanfaatkan oleh Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang untuk tetap menyelenggarakan halalbihalal meski secara virtual via zoom meeting pada Jumat (28/5/21), pukul 19.00 Wib.

Acara halalbihalal tersebut, selain hadir Dewan Pertimbangan MUI Kota Semarang Drs. H. Ali Sofyan, MM., Drs. K. H. HN Mustam Aji, MM., juga dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Harian, Koordinator Komisi beserta anggota, serta pengurus MUI tingkat kecamatan meliputi, Genuk, Semarang Timur, Semarang Barat, Semarang Selatan, Semarang Utara, Semarang Tengah, Pedurungan, Gayamsari, Candisari, Ngaliyan, Mijen, Gajahmungkur, Gunungpati, Banyumanik, Tembalang, dan Tugu.

Ketua MUI Kota Semarang, Prof Dr. K. H. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan permohonan maaf pada moman halalbihalal yang dilaksanakan secara virtual via zoom meating tersebut.

“Selaku Ketua MUI Kota Semarang, saya mengucapkan “Marhaban bihudurikum”, selamat datang para pengurus MUI baik kota, maupun kecamatan, dan alhamdulillah terus bertambah kepada yang diundang lewat zoom meeting ini. Meski virtual, ini cerminan akan pentingnya menjaga silaturrahmi dengan tetap komitmen taat protokol kesehatan di tengah pandemi yang berlum reda,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Prof. Erfan yang merupakan Guru Besar Ilmu Hadis UIN Walisongo memaparkan, bahwa kemasan acara halabihahal hakikatnya produk Indonesia. Benih-benihnya sudah ada sejak 1945. Mula-mulanya, ingan memawadai agar kita sebagai manusia tetap dalam kemuliaan.

“Kita ini ingin mulia atau hina? Karena untuk tetap mulia sebagaimana dalam firman Allah, surat Ali Imran: 112, hina akan ditimpakan kepada siapa saja kecuali kita senantiasa menjalin hubungan kedekatan secara vertikal kepada Allah, dan horizontal terhadap sesama umat manusia. Salah satunya melalui momen halalbihalal yang kita lakukan ini,” terangnya.
Erfan juga menuturkan, bahwa halalbihalal adalah momen tepat untuk saling memohonkan maaf segala kekhilafan antar sesama kita sebagai manusia yang tidak luput dari salah.

“Di dunai ini, kita tidak akan pernah lepas dari khilaf kepada sesama manusia. Maka dengan halalbihalal, sarana yang tepat mempererat hubungan dengan sesama sehingga terwujud senang dan bahagia terhadap sesama. Di sinilah perlunya kita suka memberi maaf dan memohon maaf agar hubungan antar sesama kita menjadi lancar,” pungkasnya.

Acara halalbihalal MUI ini, selain diisi mengenai exspose kegiatan MUI melalui web dan medsos MUI oleh Komisi Infokombit, juga diramaikan dengan ucapan idul fitri dari beberapa kecamatan, serta maudlah hasanah dari Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Semarang Bapak K. H. Nawawi Attamjani, S.Ag., M.Ag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *